web page hit counter

Cerita Sukses Tenaga Kerja Wanita yang Digaji Rp 60 Juta di Amerika, Awal Bekerja Tidak Bisa Bahasa Asing

Banyak orang mengadu nasib ke luar negeri demi mencari penghidupan. Tak hanya ke Arab Saudi atau daerah Asia, beberapa juga bekerja di Amerika Serikat untuk menghasilkan uang. Seorang wanita bernama Misiyah Rani sudah bekerja sebagai asisten rumah tangga selama 21 tahun di Maryland. Ia pun membagikan kisah dan gajinya yang terbilang fantastis.

Wanita yang akrab disapa May tersebut membagikan kesehariannya sebagai ART di rumah keluarga dr Gary dan istrinya Gabbie.

Di sana, ia membantu melakukan pekerjaan rumah tangga selagi ikut merawat anak-anak mereka. Tak disangka jika May datang ke sana tanpa bisa Bahasa Inggris sama sekali.

“Waktu itu saya belum sama sekali ngomong inggris cuma bisa yes or no. pakai isyarat jadi bosku (menunjukkan) ‘do this, do this’, understand sedikit,” ujarnya dilansir VOA Indonesia.

Meski beigtu, untungnya majikan May mau menerima wanita itu apa adanya. “Dia sangat pemalu, aku ingat dia hanya tahu sedikit Bahasa Inggris tapi dia punya senyum yang sangat cantik tapi sangat diam dan aku pikir aku akan coba karena aku tahu orang Indonesia sangat ramah dan baik jadi coba saja,” kata Debbie.

May ternyata cocok bekerja dengan keluarga May hingga sulit untuk meninggalkan mereka dan kembali ke Indonesia. Dikatakan jika Gary, Debbie, dan anak mereka Michael sudah menganggapnya seperti keluarga. Michael bahkan melihatnya sebagai ibu kedua sekaligus sahabat.

“Di situ aku bersyukur saya kerja di Arab 10 tahun is so bad, nggak ada baik orang (majikannya), di sini kok saya menemukan dr Gary. Aku makanya nggak mau ninggalin,” tuturnya.

Di keluarga dr Gary, May kerja 5 hari dalam seminggu. Dalam sebulan ia mengaku bisa mengantongi Rp 50-60 juta. Kebanyakan gajinya pun dikirim ke Indonesia untuk keluarga.

BACA JUGA:  Tips Menghemat Bensin Kendaraan

“Kerja demi keluarga di Indonesia, memperbaiki ekonomi, memperbaiki kehidupan saudara-saudara nggak cuma orang tua tapi juga keponakan, adik, semuanya sudah pernah saya bantu,” kata May.