web page hit counter

Mau Cuan Trading Saham? Yuk Pelajari Analisa Teknikal Saham: Pengertian, Perbedaanya dengan Analisa Fundamental dan Indikatornya

Siapa yang tidak tahu apa itu investasi dan perdagangan saham saat ini? Menjadi sangat populer akhir-akhir ini, investasi saham tidak lagi menjadi aset tabungan jangka panjang, bahkan banyak orang telah menggunakannya sebagai bisnis atau perdagangan saham.

Popularitas investasi saham sendiri tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tentu saja potensi keuntungan yang besar. Namun untuk mendapatkan untung besar dalam bermain saham ternyata tidak asal-asalan alias cukup sulit.

Untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan dalam berinvestasi saham, banyak orang juga mempelajari berbagai strategi cara berinvestasi saham. Nah salah satunya dengan mempelajari apa itu analisa teknikal saham.

Tapi, apa itu analisa teknikal saham?

Pengertian Analisa Teknikal Saham

analisa teknikal saham

Analisis teknikal adalah analisis teknikal yang digunakan untuk mengamati pola seperti data pasar, harga saham, dan volume transaksi saham.

Analisis teknikal digunakan untuk menganalisis harga berdasarkan data harga masa lalu. Dengan data tersebut, analis mencoba melihat adanya trend atau pola harga yang terjadi. Biasanya trader mengikuti pola yang terjadi. Misalnya saat harga cenderung naik, trader membuka posisi beli.

Dengan analisa teknikal kita bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk bertransaksi (entry point) dan kapan waktunya keluar pasar (exit point) dengan jelas. Sehingga kita tidak membuang waktu untuk transaksi yang tidak efektif.

Analisis teknikal tidak hanya bisa digunakan dalam dunia saham, tetapi juga instrumen lainnya. Seperti komoditas dan valas atau forex, sehingga tidak bisa hanya digunakan pada instrumen saham. Pengguna analisis teknikal umumnya disebut sebagai trader yang melakukan investasi jangka pendek seperti investasi harian.

BACA JUGA:  Yuk Kenali Mom! Tips Investasi Saham untuk Dana Pendidikan Anak

Analisis teknikal biasanya digunakan oleh para trader yang aktif melakukan trading saham dengan jangka pendek, seperti pada basis harian. Analisis teknikal ini bertujuan untuk mengamati pola seperti data pasar, harga saham dan volume transaksi saham. Analisis stok digunakan jika Anda ingin melakukan pembelian.

Perbedaan Analisa Teknikal dan Fundamental

Selain analisis teknikal saham, ada satu lagi jenis analisis yang sering digunakan dalam investasi dan perdagangan saham. Yaitu, analisis fundamental yang merupakan analisis berdasarkan kondisi suatu perusahaan, kondisi ekonomi dan industri terkait.

Analisis fundamental umumnya menggunakan indikator perusahaan yang tercantum melalui laporan keuangan perusahaan seperti Price to Earning Ratio (P/E), ROE (Return to Equity), dan lain-lain. Analisis fundamental sering digunakan oleh investor jangka panjang.

Sama-sama digunakan dalam investasi dan perdagangan saham mengikuti perbedaan antara analisis fundamental dan analisis teknis:

Analisa Teknikal

Analisa Fundamental

Biasanya digunakan untuk berinvestasi atau trading dengan waktu pendek. Digunakan untuk investasi jangka panjang
Analisa didasarkan pada data-data mengenai harga histori yang terjadi di pasar saham. Analisis berdasarkan industri terkait, laporan keuangan, dan ekonomi
Berfokus di pola data pasar, volume transaksi dan harga saham. Berfokus kepada keadaan ekonomi mikro, makro, laporan keuangan perusahaan, persaingan usaha, serta siklus industri.
Tujuan dari penggunaan analisa teknikal adalah untuk menentukan kapan harus membeli saham tersebut. Tujuan dari penggunaan analisa fundamental adalah memilihi dan menentukan perusahaan mana yang harus dibeli.

Jenis-Jenis Indikator pada Analisa Teknikal Saham

indikator pada anailsa teknikal saham

Memahami indikator analisis teknikal sangat penting bagi investor dan pedagang saham untuk dapat memaksimalkan investasi.

Indikator teknis sering digunakan oleh para pedagang untuk mendapatkan gambaran tentang penawaran dan permintaan saham. Plus, ini memberikan gambaran psikologis pasar dan saham. Ada 7 indikator lain dalam analisa teknikal saham yang harus diketahui, yaitu:

BACA JUGA:  Jangan Panik! Berikut Cara Mengatasi Nyangkut di Saham

1. On-Balance Volume (OBV)

OBV digunakan untuk mengkonfirmasi pergerakan harga saham. Ketika OBV naik berarti volume pembelian melebihi volume penjualan yang menyebabkan harga mendorong harga lebih tinggi. Sebaliknya jika OBV tersebut turun, maka penjualan yang melebihi volume pembelian dan akan berdampak pada penurunan harga.

2. Accumulation/Distribution Line

Dikenal sebagai garis A/D, garis ini merupakan indikator yang paling umum digunakan dan mampu menentukan aliran uang masuk dan keluar dari surat berharga. Ini hampir mirip dengan OBV, tetapi garis A/D hanya mempertimbangkan stok untuk periode tertentu.

3. Average Directional Index (ADX)

ADX merupakan indikator tren yang bisa digunakan untuk mengukur kekuatan dan momentum sebuah tren. Analisis ADX menggunakan garis atau angka 20 dan 40. Artinya, jika garis tersebut berada di bawah 20, maka kekuatan trend kembali menurun.

Dan sebaliknya, garis di atas 40 menunjukkan kekuatan tren naik. ADX ditentukan oleh garis hitam dan berada di tengah antara angka 20 dan 40.

4. Aroon Indicator

Merupakan indikator analisa teknikal saham untuk menunjukkan kekuatan trend dan keakuratan entry point atau mengidentifikasi trend baru yang akan dimulai. Indikator Aroon terdiri dari dua garis yaitu Aroon-up (hijau) dan Aroon-down (merah).

Ketika garis Aroon-up memotong di atas garis Aroon-down, dan sebaliknya, berarti ada kemungkinan perubahan tren. Jika Aroon-down berada di nol dan bersilangan dengan Aroon-up, itu berarti menunjukkan titik masuk dan tren tren naik dan sebaliknya.

5. Analisis teknikal saham – MACD

MACD digunakan untuk menunjukkan kekuatan tren. Indikator ini terdiri dari dua garis yaitu garis MACD dan garis sinyal yang bergerak lebih lambat.

Garis sinyal di atas titik nol menunjukkan tren naik sedang berlangsung. Selanjutnya, jika garis berada di bawah ground zero, maka tren turun sedang terjadi.

BACA JUGA:  Menarik, Inilah Jenis Instrumen Investasi yang Cocok untuk Pemula

6. Relative Strength Index (RSI)

RSI adalah garis acuan analisa teknikal saham dalam bentuk angka tengah atau nol. Secara default, RSI berada di 30 dan 70.

RSI bisa menunjukkan kondisi jenuh beli (overbought) atau/dan jenuh jual (oversold). Overbought diindikasikan jika harga menyentuh atau melebihi tanda 70. Sedangkan oversold akan terjadi jika harga menyentuh atau di bawah tanda 30. RSI juga bisa dijadikan indikator untuk level support dan resistance.

7. Stochastic Oscillator

Indikator ini digunakan untuk mengukur harga saat ini relatif terhadap kisaran harga pada periode tertentu. Mirip dengan rsi, stochastic oscillator terdiri dari dua garis yaitu nol dan 100. Garis biasanya berwarna hijau dan merah.

Jika garis hijau berada di atas garis merah, berarti trend naik. Namun jika garis hijau disilangkan dengan garis merah, maka berarti trend cenderung turun.

Pahami Baik-baik Kemudian Terapkan

Memahami analisa teknikal saham dapat memudahkan Anda para investor dan trader untuk memaksimalkan keuntungan dari investasi saham. Gunakan indikator analisis teknikal yang paling sesuai dengan kebutuhan untuk menentukan strategi investasi dan perdagangan saham agar lebih cepat dan tepat.