web page hit counter

Menarik, Inilah Jenis Instrumen Investasi yang Cocok untuk Pemula

Berinvestasi kini menjadi cara favorit bagi banyak orang, terutama kaum milenial dan Gen Z. Ini lebih menguntungkan daripada hanya menyimpan uang di bank.

Berinvestasi bisa memberikan keuntungan berkali-kali lipat dari uang yang kita tabung dengan memilih instrumen investasi yang tepat. Ya, memilih instrumen atau jenis investasi yang tepat adalah salah satu hal terpenting dalam kegiatan investasi.

Instrumen investasi adalah sarana yang dapat digunakan seseorang untuk melindungi harta kekayaan yang dimilikinya. Instrumen investasi dimaksudkan untuk membantu seseorang mencapai tujuan keuangannya.

Pada dasarnya, tujuan keuangan setiap orang berbeda-beda. Apa pun itu, seorang pria berusia 25 tahun pasti memiliki rencana dan cita-cita yang berbeda dari seorang pria berusia 50 tahun.

Tergantung pada tujuan Anda, investasi dibedakan menjadi investasi jangka panjang, menengah dan pendek. Beda jangka waktu tentu berbeda pula strategi dan instrumen investasinya.

Pengertian dan Jenis Instrumen Investasi

Instrumen investasi adalah pilihan aset di mana Anda akan berinvestasi di dalamnya. Anda bisa memilih instrumen investasi mana yang akan digunakan untuk memberikan penghasilan yang sesuai dengan kebutuhan Anda di masa depan.

1. Investasi Emas

Investasi Emas merupakan salah satu jenis instrumen investasi yang cukup popular juga memiliki banyak peminat. Serta tidak mudah terpengaruh oleh inflasi. Investasi emas juuga bisa dilakukan secara online, seperti melalui aplikasi pegadaian, e-commerce Tokopedia, Bareksa, dsb.

Selain nilainya yang semakin meningkat, instrumen investasi emas juga merupakan jenis investasi yang mudah ditemukan. Saat ini, instrumen ini telah berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Orang bisa membeli emas secara digital dan bisa sesuai dengan anggaran yang mereka miliki.

BACA JUGA:  Mengetahui Portofolio Saham dan Tips Menyusunnya Agar Cuan Maksimal

2. Saham

Saham menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup populer saat ini, terutama di kalangan milenial dan generasi Z. Kepopuleran saham sebagai investasi salah satunya karena semakin mudahnya akses dan juga minim modal awal yang dimiliki, bahkan dari puluhan ribu saja. Saham juga termasuk dalam jenis instrumen investasi pasar modal dan instrumen investasi syariah.

Naik turunnya nilai saham dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Instrumen investasi saham dapat memberikan imbal hasil atau return yang tinggi, namun hal ini juga membuat saham lebih berisiko dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.

3. Reksadana

Portofolio investasi pada instrumen ini telah dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman sehingga Anda tidak perlu repot seperti pada instrumen saham. Jumlah keuntungan yang Anda hasilkan juga bisa lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan deposito.

Terdapat 4 jenis reksa dana yang bisa Anda pilih. Yakni, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. Cukup pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan modal Anda.

Reksa dana juga termasuk dalam instrumen investasi pasar modal dan instrumen investasi syariah.

Jika Anda ingin berinvestasi di reksa dana, kini Anda bisa melakukannya di berbagai aplikasi atau platform online yang sudah banyak tersedia.

4. Properti

Jenis investasi lain yang dapat Anda pilih adalah investasi properti. Investasi properti merupakan jenis instrumen yang harganya bisa terus naik dari waktu ke waktu. Namun, Anda mungkin memerlukan dana yang cukup besar untuk memiliki instrumen investasi ini.

5. Obligasi

Obligasi merupakan salah satu jenis instrumen investasi berbentuk surat utang. Ketika surat utang ini dibuat sebagai tanda untuk meminjam dana dari satu pihak seperti perusahaan atau instansi perorangan atau pemerintah kepada pihak lain. Obligasi biasanya memiliki jangka waktu, mulai dari 3 hingga 10 tahun.

BACA JUGA:  Gini Lho Cara Beli Saham Bagi Investor Pemula untuk Investasi Jangka Panjang Di Usia Pensiun

Obligasi juga merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko rendah. Apalagi jika surat tersebut dikeluarkan oleh pemerintah. Namun, obligasi juga memiliki risiko, terutama jika peminjam tidak dapat membayar.