web page hit counter

Dana Darurat dan Asuransi, Penting Dipahami untuk Keuangan Masa Depan Kamu

Halo pembaca setia! Sebagai seseorang yang bertanggung jawab untuk mengelola keuangan keluarga, memegang peran penting, terutama dalam hal perencanaan keuangan. Banyak yang mengatakan bahwa perencanaan keuangan yang tepat adalah awal dari fondasi keluarga yang kuat. Bukan tanpa alasan, segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya demi masa depan bersama. Oleh karena itu, penting bagi calon kepala keluarga untuk membekali diri dengan berbagai pengetahuan keuangan yang kini bermunculan di berbagai jejaring sosial.

Tapi, tak jarang terjadi kebingungan mana yang harus menjadi prioritas. Inilah saat yang tepat untuk mempelajari pengelolaan finansial. Salah satunya, ketika kita sudah memiliki penghasilan, mana yang lebih penting untuk dipenuhi di antara tiga hal berikut yang sama pentingnya: dana darurat, asuransi atau investasi?

Ketiga kebutuhan di atas sama pentingnya untuk membangun kesejahteraan finansial. Namun, jika Anda melakukan kesalahan dalam menempatkan yang pertama di antara yang paling penting dan yang masih bisa ditunda, itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan keuangan kita. Jadi, pastikan melakukan 3 urutan ini dengan benar.

Manfaat dana darurat tidak boleh dianggap remeh. Fondasi keuangan ini adalah uang yang tersedia dan dapat ditarik sewaktu-waktu bila ada kebutuhan yang mendesak dan memerlukan tindakan segera.

Saat melakukan perencanaan keuangan, dana darurat menjadi pondasi terpenting berupa tabungan dari berbagai keadaan tak terduga yang bisa membutuhkan biaya besar. Sebagai dana darurat, dana darurat memiliki 2 fungsi utama yaitu sebagai dana cadangan atau cash reserve. Misalnya, ketika Anda tiba-tiba dipecat karena kondisi yang tidak menentu.

BACA JUGA:  Asuransi Lippo Life: Produk, Manfaat, Cara Beli, dan Cek Polis

Diibaratkan seperti sebuah mobil, dana darurat adalah shock breaker atau peredam guncangan yang tiba-tiba datang tanpa disangka. Seperti halnya shock breaker, dana darurat akan menjadi peredam guncangan pertama dalam keuangan pribadi yang mendadak datang. Keberadaan shock breaker di perjalanan mobil dapat berjalan secara mulus dan stabil.

Begitu pula ketika Anda dipaksa untuk menghadapi keputusan yang tidak pasti dari perusahaan tempat Anda bekerja, karena tekanan membebani keuangan kantor. Kehilangan pendapatan secara tiba-tiba merupakan kejutan besar bagi keuangan. Pada saat yang sama, pengeluaran rutin dan wajib rumah tangga tidak dapat ditangguhkan.

Misalnya, cicilan kredit kepemilikan rumah jika ada, hutang kartu kredit, membayar uang sekolah anak, pembelian dapur harian, dll. Beberapa kebutuhan rutin dan wajib agar dapat bertahan hidup dapat ditutup terlebih dahulu dengan dana darurat yang Anda miliki, sembari berusaha mendapatkan penghasilan kembali.

Oleh karena itu, dalam urutan prioritas, memenuhi kebutuhan dana darurat menjadi hal utama yang tidak boleh ditunda-tunda. Setelah Anda memiliki penghasilan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyisihkan sebagian untuk ditabung sebagai dana darurat. Jika Anda lajang dan tidak memiliki tanggungan, kumpulkan dana darurat untuk mencapai setidaknya 6 kali nilai pengeluaran rutin bulanan. Sementara itu, jika Anda sudah menikah dan memiliki tanggungan hidup, usahakan memiliki dana darurat minimal 12 kali lipat dari nilai pengeluaran bulanan Anda.

Tempatkan dana darurat ke dalam instrumen keuangan yang berisiko rendah dan likuid seperti tabungan bank, deposito berjangka, emas, serta reksa dana pasar uang dan obligasi jangka pendek dalam waktu kurang dari setahun.

  • Asuransi

Jika Anda sudah memiliki dana darurat, urutan terpenting berikutnya adalah asuransi. Jangan meremehkan diri sendiri karena asuransi bisa dibilang cara termudah untuk mengelola risiko keuangan yang lebih tinggi dan sulit diatasi jika hanya mengandalkan dana darurat.

BACA JUGA:  Klaim Asuransi: Pengertian, Tujuan, Cara Pengajuan, dan Tips

Misalnya, ketika Anda sakit dan harus dirawat di rumah sakit yang membutuhkan perawatan medis agar biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Dana darurat bisa membantu, namun selalu ada keterbatasan yang membuat kondisi keuangan tidak stabil. Dengan hadirnya asuransi, Anda tetap bisa menjaga kondisi keuangan keluarga dengan tetap memberikan perawatan yang dibutuhkan di rumah sakit. Asuransi bisa melakukan peran hal itu dengan lebih baik untuk menutup pengeluaran rumah sakit.

Begitu pula dengan keberadaan Asuransi jiwa. Pencarian nafkah utama menghentikan juga pendapatan yang telah menjadi sandaran keluarga. Dana darurat yang jumlahnya terbatas akan sulit menutup pengeluaran keluarga hingga di tahun berikutnya. Dengan adanya asuransi jiwa, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan Uang Pertanggunga dalam jumlah yang cukup yang dapat digunakan sebagai bekal untuk melanjutkan hidup.

Anda dapat menyisihkan sebagian pendapatan untuk membeli asuransi sekaligus menyimpan dana darurat. Alokasikan minimal 10% dari pendapatan rutin untuk ditabung sebagai dana darurat untuk membayar premi asuransi. Untuk asuransi, utamakan asuransi jiwa terlebih dahulu dan asuransi kesehatan baru di atas asuransi lainnya.

  • Investasi

Investasi yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di berbagai jejaring sosial. Investasi bisa dikatakan menempatkan jumlah dana pada instrumen tertentu yang berpotensi tumbuh di atas laju inflasi. Oleh karena itu, dana yang dimiliki semakin berkembang dan dapat membantu membangun kekayaan lebih cepat.

Investasi bisa mulai dipilih setelah dana darurat dan asuransi terpenuhi. Jangan sampai kondisi keuangan Anda kacau balau karena langsung terjun ke investasi tanpa memikirkan dana darurat dan asuransi terlebih dahulu.

Sebagai analogi, seperti jika Anda memutuskan untuk terjun payung tanpa sabuk pengaman dan parasut, maka yang terjadi ketika ada masalah di tengah perjalanan adalah Anda jatuh dan Anda belum tentu selamat. Sebaliknya, jika Anda terjun payung dengan sabuk pengaman (dana darurat) dan parasut yang andal (aman), ketika ada masalah fatal yang mengancam keamanan (keuangan), Anda masih memiliki kesempatan untuk mendarat dengan selamat.

BACA JUGA:  Tabungan Umroh Terbaik Bantu Wujudkan Mimpi Beribadah ke Tanah Suci

Ini adalah hal mendasar yang tidak bisa diabaikan. Jangan sesekali langsung terjun ke investasi tanpa terlebih dahulu memastikan dua pekerjaan utama terpenuhi, yakni dana darurat dan asuransi. Tidak perlu khawatir rugi karena sudah terlambat untuk memulai investasi (opportunity loss). Setelah dana darurat Anda mencapai minimal 50% dari nilai ideal dan kebutuhan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan telah terpenuhi, Anda bisa mulai berinvestasi sambil terus menyimpan dana darurat hingga 100%.

Tentukan investasi dengan strategi yang tepat. Hindari melakukan investasi hanya untuk fleksibilitas, melainkan untuk mendukung pencapaian tujuan keuangan tertentu. Misalnya untuk persiapan dana pendidikan anak, persiapan dana pensiun, kebutuhan dana pembangunan perumahan, dll. Beberapa instrumen investasi yang bisa ditimbang antara lain reksa dana, saham, dan obligasi. Sesuaikan pemilihan instrumen investasi berdasarkan horizon waktu atau waktu tujuan penggunaan dana dan profil risiko Anda.

Dana darurat, asuransi, dan investasi adalah kunci penting yang dapat mengarah pada kesejahteraan finansial. Dengan mendapatkan prioritas yang tepat, Anda dapat bekerja menuju stabilitas keuangan yang tahan lama.