web page hit counter

Pilihan Saham Properti yang Menarik

Di Indonesia daftar saham properti terbilang cukup banyak. Namun, apa itu saham properti?

Saham properti adalah salah satu jenis saham di sektor properti seperti perumahan, real estate, atau apartemen dengan menanamkan modalnya di sana. Investasi di bidang properti juga menjadi salah satu investasi yang sering dicari oleh investor karena bisnis properti di Indonesia juga cukup tinggi.

Namun, tentunya agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar kamu harus menanamkan modal yang tidak sedikit dan mendaftarkannya di daftar saham properti terbaik Indonesia.

Beberapa pilihan saham properti yang menarik ini bisa menjadi pilihan Anda dalam berinvestasi.

Selain itu, pilihan saham properti yang menarik ini merupakan berasal dari beberapa perusahaan besar.

Lalu apa saja pilihan saham properti yang menarik? Simak penjelasan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.

Pilihan Saham Properti yang Menarik

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

Agung Podomoro Land (APLN) merupakan bagian dari agung Podomoro Group yang telah berpengalaman lebih dari 50 tahun di bidang real estate.

Hingga kini, perusahaan yang memiliki 40 cabang ini terus mengembangkan usahanya dengan membangun superblok, pusat perbelanjaan, hingga kawasan industri.

Baru-baru ini, mereka membangun Podomoro Tenjo City yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, yang diluncurkan pada tahun 2020.

Selain itu, beberapa proyek APLN terkenal lainnya adalah Central Park Mall, Neo Soho dan Senayan City di Jakarta.

APLN juga mengembangkan beberapa proyek kota seperti Podomoro Park Bandung dan Podomoro Golf View Cimanggis.

BACA JUGA:  Yuk Kenali Mom! Tips Investasi Saham untuk Dana Pendidikan Anak

Sementara dari sisi investasi, pada 2020 APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp4,95 miliar, meningkat 30,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Melihat itulah mengapa APLN bisa menjadi salah satu emiten saham real estate terbaik dengan harga Rp109 per saham.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Emiten berkode SMRA ini akan memanfaatkan relaksasi PPN atas barang milik pemerintah dan akan fokus pada penjualan produk senilai Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

Selain itu, pada tahun 2022, perusahaan yang berdiri pada tahun 1975 ini diharapkan dapat mencatatkan pertumbuhan penjualan.

Analisis tersebut juga didasarkan pada kinerja SMRA yang cukup baik di tahun 2021.

Dimana SMRA mampu memperoleh marketing sales sebesar Rp4,8 miliar.

Jumlah tersebut meningkat hingga 73% dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Seiring dengan prediksi bahwa pandemi COVID-19 akan lebih terkendali pada tahun 2022 seiring dengan peningkatan vaksin, pendapatan SMRA juga semakin didorong.

Dampak pendapatan sewa dari properti yang dikelola SMRA.

Pada tahun 2021, SMRA mampu menjaga tingkat okupansi tenant di mal-malnya di atas 90 persen.

Itulah sebabnya beberapa analis saham merekomendasikan untuk membeli saham smra properties dengan harga rp675 per saham.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Pengembang besar di bawah grup Sinar Mas Land ini mulai mencatatkan saham real estatenya di BEI pada pertengahan 2008. Di penghujung semester I 2021, emiten berkode BSDE ini membukukan hasil pra-penjualan Rp 4,5 triliun.

Sahamnya bisa dikatakan naik 39,20 persen dibandingkan tahun lalu.

Pada 2021, total belanja modal (capex) BSDE mencapai Rp 2,5 triliun.

Belanja modal tersebut digunakan untuk akuisisi dan pembelian tanah, serta pengembangan jalan tol di kawasan BSD City.

BACA JUGA:  Intip Rata-rata Gaji Seorang HRD di Indonesia

Dengan kekuatannya, saham real estate BSDE terlihat sangat menjanjikan.

Analis sekuritas menunjuk harga Rp1.500 hingga Rp1.580.

BSDE saat ini memiliki pembukaan Rp905 per saham.

  1. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

Sejak didirikan pada tahun 1981 oleh Dr. Ir. Ciputra, emiten dengan kode CTRA untuk properti bersama ini telah mengembangkan lebih dari 76 proyek, mulai dari kawasan perumahan, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga lapangan golf. Proyek-proyek tersebut tersebar di 33 kota di Indonesia.

Selain itu, CTRA juga telah mengakuisisi PT Metropolitan Land (MTLA) yang memiliki cadangan lahan lebih dari 600 hektar.

Juga, proyek utama MTLA adalah real estate dan pusat perbelanjaan.

Tak hanya itu, hingga kuartal III tahun 2021, CTRA telah membukukan laba bersih sebesar Rp1 miliar.

Artinya terjadi peningkatan sebesar 337% year-on-year (year-on-year). Keuntungan tersebut salah satunya diperoleh dari produk residensial dengan harga sekitar Rp2 miliar yang mewakili 61% dari total pra-penjualan.

  1. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Tahun lalu, perusahaan real estate yang berbasis di Surabaya ini berhasil mencatatkan marketing sales senilai Rp1,4 miliar.

Pada 2022, emiten dengan kepemilikan saham berkode PWON ini menargetkan marketing sales sebesar Rp1,8 triliun atau meningkat 28,6% year-on-year.

Dengan optimisme tersebut didapat karena dalam waktu dekat PWON akan meluncurkan dua properti residensial bertingkat yaitu Pakuwon Bekasi dan Pakuwon Mall Surabaya.

Selain itu, penjualan segmen rumah tapak di Surabaya tahun ini juga cukup menjanjikan.

Penjualan rumah tapak justru menjadi penyumbang utama prapenjualan PWON tahun lalu, yakni sebesar 52 persen.

37 persen lebih banyak dari tahun 2020.

Selain tapak rumah juga ada bisnis perhotelan dan pusat perbelanjaan.

BACA JUGA:  Tips Interview Kerja Agar Lolos dari Pertanyaan HRD

Di lantai bursa, saham milik PWON juga meluncur pelan. Sejak awal tahun, harga saham PWON tumbuh 0,86% dengan kapitalisasi pasar Rp22,06 triliun.

Itu opsi saham properti yang menarik. Kami berharap informasi ini bermanfaat bagi Anda dan menambah ide Anda.